Blog

Membaca Arah Gerak Guru melalui PGRI

Membaca arah gerak guru melalui kacamata PGRI berarti melihat bagaimana jutaan pendidik di Indonesia merespons perubahan zaman. PGRI bukan sekadar organisasi yang diam; ia adalah kompas yang menunjukkan ke mana energi kolektif guru sedang diarahkan.

Jika kita membedah dinamika saat ini, ada tiga arah gerak utama yang sedang ditempuh oleh para guru di bawah naungan PGRI:


1. Dari Pengajar Menjadi Arsitek Pembelajaran

Dulu, guru bergerak berdasarkan petunjuk teknis yang kaku. Kini, melalui dorongan PGRI, arah gerak guru bergeser menjadi lebih otonom dan kreatif.

2. Gerakan Kolektif “Guru Penggerak” Organisasi

PGRI kini sedang menyelaraskan gerak dengan program-program pemerintah seperti Guru Penggerak. Namun, PGRI memberikan sentuhan khas: solidaritas organik.


3. Menuju Profesionalisme yang Terlindungi

Arah gerak guru masa kini juga mengarah pada kesadaran hukum dan hak-hak profesi yang lebih kuat.

Dulu (Pasif) Sekarang (Aktif-Responsif)
Menerima kebijakan tanpa kritik. Mengkaji kebijakan melalui forum ilmiah PGRI.
Pasrah saat menghadapi intimidasi wali murid. Melapor dan meminta perlindungan melalui LKBH PGRI.
Fokus pada pemenuhan jam mengajar saja. Fokus pada pengembangan diri dan jejaring profesi.

4. Gerakan Moral: Kembali ke Jatidiri Guru

Di tengah arus disrupsi, arah gerak guru melalui PGRI menunjukkan tren kembali ke nilai-nilai karakter. Guru menyadari bahwa teknologi bisa menggantikan instruksi, tetapi tidak bisa menggantikan keteladanan.

Arah Masa Depan: PGRI sedang mengarahkan guru untuk menjadi “Penjaga Moral Bangsa”. Di kelas-kelas, guru bergerak untuk melawan perundungan (bullying), intoleransi, dan kekerasan seksual melalui pendidikan karakter yang konkret.

Penutup: Ke Mana Muara Gerakan Ini?

Membaca arah gerak guru melalui PGRI adalah membaca harapan tentang masa depan Indonesia. Jika PGRI mampu terus menjaga arah ini tetap pada jalur integritas dan inovasi, maka transformasi pendidikan bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas di setiap ruang kelas.