Blog

PGRI dan Ketahanan Sosial Profesi Guru

Ketahanan sosial (social resilience) profesi guru adalah kemampuan para pendidik untuk tetap teguh, adaptif, dan solid dalam menghadapi guncangan—baik guncangan ekonomi, sosial, maupun perubahan kebijakan yang drastis. PGRI, sebagai organisasi profesi, memegang peranan vital dalam membangun ekosistem yang menjaga ketahanan ini agar api semangat mendidik tidak padam.

Berikut adalah pilar-pilar ketahanan sosial yang dibangun PGRI bagi para guru:


1. Perlindungan dari Kerentanan Sosial-Ekonomi

Ketahanan dimulai dari rasa aman secara ekonomi. PGRI memahami bahwa guru yang rentan secara finansial akan sulit memiliki ketahanan mental di ruang kelas.

2. Ketahanan Hukum dan Privasi

Di era media sosial, privasi dan tindakan profesional guru sering kali terpapar risiko hukum yang tinggi. Ketahanan sosial guru runtuh ketika mereka merasa “sendirian” saat berhadapan dengan konflik di sekolah.


3. Komunitas Praktis sebagai Penyangga Psikologis

Salah satu faktor terpenting dalam ketahanan sosial adalah dukungan sebaya (peer support). Guru sering kali mengalami secondary traumatic stress akibat menghadapi berbagai masalah sosial siswa di sekolah.

  • Ruang Berbagi (Sharing Space): Melalui pertemuan rutin PGRI, guru dapat bertukar cerita dan strategi. Mengetahui bahwa rekan lain menghadapi tantangan serupa dapat menurunkan tingkat stres dan mencegah kejenuhan (burnout).

  • Pengembangan Kompetensi Bersama: Saat guru belajar bersama, muncul rasa percaya diri (self-efficacy) yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan kurikulum yang membingungkan.


4. Membangun “Social Capital” (Modal Sosial) Guru

PGRI memperkuat posisi guru di mata masyarakat. Ketahanan sosial seorang guru juga sangat bergantung pada bagaimana masyarakat menghargai profesi tersebut.

Bentuk Modal Sosial Kontribusi PGRI
Kepercayaan (Trust) Menjamin bahwa anggotanya adalah tenaga profesional melalui sertifikasi dan pelatihan.
Jejaring (Networking) Menghubungkan guru di daerah pelosok dengan narasumber atau pakar pendidikan di tingkat nasional.
Norma Kolektif Menanamkan nilai bahwa guru adalah agen perubahan bangsa, bukan sekadar pekerja administratif.

Kesimpulan

Ketahanan sosial bukan berarti guru harus tahan menderita, melainkan guru harus memiliki sistem pendukung yang kuat agar tetap berdaya. PGRI adalah sistem pendukung tersebut. Di tengah arus perubahan yang tidak menentu, PGRI memastikan bahwa profesi guru tetap menjadi pilar yang kokoh, bukan karena mereka bekerja sendiri, melainkan karena mereka bersatu dalam satu ikatan perjuangan.